Senin, 16 Januari 2017

12 TKA Asal China yang Bekerja di Labuhan Haji NTB Segera Dideportasi, Siapa Yang Di Salahkan Apakah FPI Nanti Di Salahkan Pemerintah ?

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Setelah menyita paspor milik mereka, Kantor Imigrasi Mataram akan mendeportasi 12 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja di proyek pengerukan pelabuhan Labuhan Haji, Lombok Timur, NTB.

Kepala Kantor Imigrasi Mataram, Romi Yudianto, mengatakan, para pekerja China itu diduga melakukan aktivitas kerja ilegal di luar izin yang dimiliki. Penyelidik telah mendapat bukti pelanggaran keimigrasian yang dilakukan.

Dikutip dari JPNN, ia melanjutkan, keputusan mendeportasi 12 TKA asal China itu berdasarkan berita acara pemeriksaan. Sebelum keluar izin tinggal terbatas untuk perairan dari Direktorat Jenderal Imigrasi, ke-12 TKA itu telah memulai bekerja untuk proyek di Labuan Haji.

"Seharusnya izin keluar dulu, baru bisa bekerja. Tapi ini tidak, sebelum izin keluar, mereka sudah melakukan aktivitas di kapal," ujar Romi.

Karena itu, Imigrasi segera melakukan langkah pendeportasian. Ini sesuai dengan Pasal 75 UU 6/2011 tentang Keimigrasian.

”Kita sudah minta tiketnya dan konfirmasi kepulangan mereka ke sponsornya,” kata dia.

Selain langkah deportasi, ke-12 TKA Tiongkok juga akan dicekal. Mereka tidak diperbolehkan untuk kembali ke Indonesia dengan alasan apa pun.

”Akan dikenakan tangkal selama enam bulan dan bisa diperpanjang selama enam bulan lagi,” ujarnya.(rmol)
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Link Banner
Loading...


loading...

Ahok dan Agus Yudhoyono Makin Panas Pasca Debat

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Debat perdana Cagub dan Cawagub DKI yang digelar resmi oleh KPUD pada Jumat (13/1) lalu, menjadi ajang saling sindir antar kandidat. Agus Yudhoyono, Basuki T Purnama ( Ahok) dan Anies Baswedan satu sama lain saling menyerang kelemahan lawan.

Rupanya, aksi saling tuding dan serang ini masih terjadi usai debat berlangsung. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Agus Yudhoyono dan Ahok. Keduanya masih membahas serangan-serangan yang terjadi di debat.

Agus merasa heran dengan sindiran Ahok yang membawa rumah apung saat debat. Konsep rumah apung ini sempat membuat Agus menjadi bulan-bulan di media sosial. Konsep ini dinilai tak mungkin dilakukan.

Agus pun menyayangkan Ahok menjadikan meme referensi pertanyaan saat debat. Agus sendiri merasa tak ada yang salah dengan rumah apung.

"Jadi lihat saja konteksnya apa begitu ya. Saya pikir saya tidak ada masalah dengan itu karena beliau tidak mengerti konteksnya apa yang saya sampaikan begitu berbicara rumah apung," kata Agus di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1) lalu.

Agus menilai lucu, jika Ahok menjadikan video tersebut sebagai referensi. Sebab, dia menyatakan video dan meme soal rumah apung yang beredar adalah hoax.

"Kalau menjadikan referensi dari hoax ataupun dari meme saya pikir lucu kalau ada seorang pemimpin yang menggunakan referensi dalam argumentasi dan debat itu menggunakan hoax ataupun meme yang disebarkan di media sosial. Saya pikir seharusnya lebih pandai lagi kita, lebih bijak lagi dalam mengungkapkan sesuatu bersasarkan fakta dan juga harus melihat konteksnya seperti apa begitu tentunya," katanya.

Begitu pula halnya dengan Ahok, mantan bupati Belitung Timur ini juga keras mengkritik Agus. Bahkan menurut dia, Agus kampanye tidak menjual program tapi fitnah. Hal ini terkait anggapan Agus yang menyebut warga DKI takut dengan kepemimpinan Ahok selama ini.

"Ya itu kan kata dia, bukti gak ada yang takut gue ke lapangan," kata Ahok di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (16/1).

Ahok tidak mengetahui maksud pernyataan putra sulung Presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Namun, dia menduga, cara itu dipilih karena tidak dapat bersaing di tataran program.

"Namanya juga kampanye enggak tahu jual program dia begitu, fitnah," tambah Ahok.

Ahok juga mempertanyakan bagaimana cara merealasikan program 1 RW dapat Rp 1 miliar dari program Agus. Ahok menekankan, tidak ada aturan yang memperbolehkan pengurus tingkat RW memegang uang.

"Bagaimana caranya RT/RW memegang anggaran? Dasarnya apa? Hanya PNS yang bisa menggunakan anggaran. Jadi bagaimana bisa nanti RT/RW menggunakannya? Itu enggak bisa. Belum lagi nanti nentuin indikator warga miskinnya," kata dia.

Terkait sindiran Agus yang menggunakan meme sebagai referensi, Ahok tak mau banyak komentar. Dia bahkan hanya tertawa saja.

"Aku enggak pernah main meme, aku tahunya adik perempuan (memei)," kata Ahok sembari tertawa di kawasan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (16/1).(mdk)
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Link Banner
Loading...


loading...

Warga Indonesia Dihantui Kebijakan Pemerintah yang Menaikan BBM, Listrik dan Tarif STNK

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Sulawesi Tenggara menggelar aksi di simpang empat lampu merah Kantor Wali Kota Kendari terkait kebijakan pemerintah yang berdampak pada rakyat.

Juru bicara aksi yang juga Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI Sultra Mardin Ali Hilman mengatakan, warga Indonesia saat ini dihantui dengan penderitaan karena dibebankan pajak yang begitu besar, padahal sumber daya alam cukup melimpah.

Olehnya itu, KAMMI daerah Sultra meminta dan memohon kepada segenap masyarakat menyatakan agar DPR RI melakukan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah, disamping itu menolak kenaikan harga BBM non subsidi serta menolak daftar kenaikan biaya pengurusan STNK dan BPKB yang dinilai membebani masyarakat.

Selain itu, juga menyuarakan untuk menolak kenaikan biaya tarif listrik untuk 900 VA yang mencapai 242,5 persen karena dinilai akan menyengsarakan masyarakat menegah ke bawah. Serta menolak keberadaan tenaga kerja asing khususnya di Sultra.

Aksi yang jumlahnya belasan orang mahasiswa itu, berorasi di tengah simpang jalan Ahmad Yani, tidak membuat macet kendaraan karena dilakukan secara teratur dan terarah sehingga masyarakat pengguna kendaraan roda empat dan dua tetap lancar saat melintas di jalur itu.

Koordinator akasi lainnya, Yahya mengatakan aksi ini dilakukan sebagai bentuk moral yang disuarakan pada tangga 12 Januari lalu juga telah dilakukan aksi yang sama. Namun tidak ada hasil positif dari gerakan mahasiswa yang dibangun atas nama bela rakyat.

“Semoga saja aksi hari ini, dapat menggugah masyarakat khususnya di Kota Kendari dan Sultra pada umumnya terkait aspirasi yang kami suarakan.”

Hingga berita ini diturunkan, aksi damai tanpa pengawalan ketat dari aparat kepolisian itu, secara perlahan membubarkan diri karena waktunya sudah hampir menjelang sore.(aktual)
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Link Banner
Loading...


loading...

Ini Pesan Dewan Masjid Indonesia Untuk FPI, Penasaran Mari Kita Simak ?

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Dewan Masjid Indonesia (DMI) berharap Front Pembela Islam (FPI) melakukan demonstrasi dengan cara beradab dan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Sekjen DMI, Imam Addaruquthni, mengatakan, demonstrasi FPI seperti yang sudah berjalan Senin siang (16/1) sudah baik karena berlangsung tanpa kekerasan hingga massa membubarkan diri.

"Itukan bagian dari penyampaian aspirasi, sah saja. Sudah disampaikan ke Mabes Polri, teman-teman di Mabes sampaikan ke pimpinan tuntutan massa itu," kata Imam, dikutip dari JawaPos.com, Senin (16/1).

Dewan Masjid Indonesia sekaligus mengimbau agar semua pihak menciptakan suasana kondusif, dan menghindari provokasi serta ujaran-ujaran yang dapat menghasut dan berdampak negatif.

"Mari jaga dan perkuat suasana kondusif, dan jauhkan dari upaya-upaya provokatif dan ujaran menghasut atau kebencian," pintanya.

Dia menjamin bahwa Dewan Masjid akan mendukung unjuk rasa oleh masyarakat selama dilakukan sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Sebaliknya, menolak keras demonstrasi jika disertai tindak kekerasan.

"Jangan sampai aksi dilakukan dengan disertai kericuhan atau kekerasan karena yang akan dirugikan oleh masyarakat umum," tegasnya.

Karena itu, Dewan Masjid juga mendukung Polri dalam upaya menegakkan hukum terhadap siapapun yang melanggar aturan. Ia mengaku percaya terhadap kapasitas Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam hal tersebut.(rmol)
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Link Banner
Loading...


loading...
Link Banner
Loading...