Rabu, 07 Desember 2016

Aher Dibully Setelah Pernyataannya Soal "KKR Sabuga" Diplintir CNN Indonesia

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Kalau soal intoleransi dianggap kejadian kecil oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), patut dipertanyakan agenda besar politiknya sebagai Gubernur Jawa Barat.

Penegasan itu disampaikan penyanyi Glenn Fredly di akun Twitter ‏@GlennFredly menanggapi tulisan bertajuk “Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil” yang dirilis CNN Indonesia (07/12).

Aher pun mengklarifikasi tulisan CNN Indonesia itu melalui akun @aheryawan. “Maaf maksudnya bukan mengecilkan, tapi kita segera selesaikan supaya tidak menjadi besar yang menggangu toleransi dan kebhinekaan..mohon baca lengkap,” tegas @aheryawan.

Sebelumnya, CNN Indonesia mengutip pernyataan Aher di Istana Kepresidenan, Rabu (07/12).

“Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berpendapat, pembubaran acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal di Gedung Sabuga, Bandung, tadi malam merupakan perkara kecil. “Itu kan kejadian kecil yang tidak mengganggu apa-apa saya kira,” kata Ahmad Heryawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (7/12),” demikian dikutip CNN Indonesia.

Berbeda dengan kutipan detik.com yang menulis: “Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) angkat bicara mengenai peristiwa ormas keagamaan yang mendatangi Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Aher meminta toleransi tetap dijaga.”

“Ini bukan persoalan besar sebetulnya. Saya minta semua pihak menahan diri, saling hormati dengan baik, itu yang bisa kemukakan. Sebab, secara langsung kita tidak terkait, itu kan yang menangani Polresta Bandung, MUI Bandung, kalau pemerintah hanya Kesbangpol, Walikota bandung,” ujar Aher.

Terkait insiden di sebuah ibadah jelang Hari Raya Natal di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (06/12), Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, panitia KKR Natal tersebut tidak memiliki izin menggelar ibadah yang lengkap.

“Intinya ormas-ormas itu bukan menolak. Mereka hanya menanyakan perizinan saja,” ujar Yusri seperti yang dilansir CNN Indonesia (06/12). [intelijen]
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Loading...

loading...
loading...

0 komentar:

Poskan Komentar