Sabtu, 31 Desember 2016

[Catatan Akhir Tahun] Dari Panglima TNI Gatot hingga Habib Rizieq, Inilah 6 Tokoh Paling Disorot Selama 2016

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Sosok Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tengah menjadi sorotan masyarakat di pelbagai kesempatan. Banyak orang kagum lantaran sikapnya tegas dalam kondisi apapun.

Itu bermula ketika masyarakat melakukan aksi Bela Islam jilid I pada 4 November 2016 lalu. Aksi dihadiri lebih dari puluhan ribu orang itu memang berjalan lancar, meski berakhir bentrok. Namun kericuhan dengan Kepolisian itu hanya dilakukan beberapa pendemo saja.

Sebelum aksi dikenal 4-11 itu digelar, Gatot terus menyatakan TNI bakal melindungi rakyat. Itu termasuk bila para pendemo ricuh dengan petugas keamanan.

"Apabila demo meningkat jadi anarkistis, bahkan radikal, yang kami lindungi adalah rakyat Indonesia. Jangan sampai terkena dampak," kata Gatot pada November lalu.

Pernyataan ini sontak ramai dan menjadi bahan pembicaraan hangat di masyarakat. Mereka kebanyakan merasa Gatot sudah melakukan langkah tepat dengan mengutamakan rakyat.

Selain itu, Gatot juga meminta prajuritnya tidak bersenjata lengkap ketika berhadap dengan perusuh demo. "Saya perintahkan prajurit saya tidak bersenjata," tegas Gatot.

"Apabila ada kelompok yang akan jihad bersenjata, akan kita lawan dengan tidak bersenjata dengan tangan kosong. Tapi saya perintahkan rampas senjatanya kembalikan, saya tidak melanggar HAM," tambahnya.

Imbas sikap pro rakyat dilakukan Gatot bukan hanya dirasakan sebuah golongan, melainkan semua golongan masyarakat. Bahkan dalam perayaan Misa Natal tahun ini, Gatot juga mendapat sambutan meriah dari jemaat gereja, Sabtu (24/12) kemarin malam.

Kala itu Gatot tengah melakukan kunjungan beberapa gereja bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan dan Mayjen TNI Teddy Lhaksamana di gereja HKBP Menteng.

Pada kesempatan itu, Panglima TNI mendapat sambutan yang luar biasa dari jemaat gereja. Terlebih ketika Gatot berada di atas altar untuk memberi sambutan.

Sejumlah jemaat memberikan teriakan dan penghormatan kepada Gatot saat berada di atas altar. "Salam hormat kami untuk Bapak Jenderal (Gatot Nurmantyo)," ucap salah seorang jemaat begitu melihat kehadiran Gatot.

Gatot Nurmantyo juga tidak lupa mengucapkan selamat Hari Raya Natal. Dia memastikan ibadah Misa Natal dan selama perayaan Natal bakal berlangsung aman.

"Saya atas nama keluarga besar TNI, menyampaikan selamat Natal. Semoga damai dan kasih Natal menyertai bapak ibu sekalian hari ini dan selamanya," terang Gatot.

Selain Jenderal Gatot siapa saja tokoh yang paling banyak jadi sorotan:

1.Habib Rizieq

Habib Rizieq, atau bernama lengkap Muhammad Rizieq Shihab, ini kembali disorot atas sikap kerasnya terhadap kasus penistaan agama yang menyeret nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Di bawah bendera Front Pembela Islam (FPI) yang didirikannya, dia terus menuntut agar polisi menahan Ahok.

Dia segera mendorong sejumlah anggota FPI menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta. Aksi tersebut juga diikuti oleh Forum Umat Islam (FUI), demo pun berjalan dengan damai hingga massa membubarkan diri.

Setelah itu, dia berjanji akan membawa massa lebih besar. Aksi demo selanjutnya dinamakan Aksi Bela Islam jilid II, dan dia memilih tanggal 4 November sebagai waktu pelaksanaannya. Tidak sedikit yang menganggap demonstrasi tersebut sebagai angin lalu.

Rupanya, ajakan dia untuk menuntut pengungkapan kasus penistaan agama mendapatkan respons dari masyarakat. Alhasil, ratusan ribu warga dari seluruh penjuru tanah air berkumpul di sekitar Monumen Nasional. Sayang, aksi ini dikotori segelintir massa hingga berakhir ricuh.

Meski aksi tersebut diwarnai kericuhan, namun Habib Rizieq berniat menggelar kembali aksi demonstrasi serupa. Semula, dia menjadwalkan aksi tersebut berlangsung 25 November jika Ahok tak dijadikan tersangka, dan permintaan itu direalisasikan polisi pada 16 November dengan menetapkan mantan Bupati Belitung Timur itu sebagai tersangka, tapi tidak menahannya.

Keputusan polisi itu berbuah kecaman dari Habib Rizieq, dia lantas mempersiapkan aksi berikutnya bertajuk Aksi Bela Islam jilid III. Setelah melakukan beberapa pertemuan, aksi yang kemudian dinamakan Aksi Super Damai itu digelar pada 2 Desember, yang kemudian dikenal dengan Aksi 212.

Berbeda dengan Aksi 411 atau 4 November, aksi ini benar-benar berlangsung damai. Massa langsung membubarkan diri usai menjalani salat Jumat berjamaah.

2.Fredi Budiman

Fredi Budiman merupakan sosok yang paling banyak menjadi sorotan sepanjang 2016, bahkan setelah menjalani eksekusi mati Jumat (29/7) lalu. Salah satunya ketika testimoninya saat menjalani hukuman di Lapas Batu, Nusakambangan disebar aktivis KontraS Haris Azhar.

Dalam pertemuan yang berlangsung sangat singkat itu, Fredi menyebut sejumlah pejabat TNI/Polri yang terlibat dalam bisnis narkoba. Bahkan, dia juga mengaku sempat dibon untuk dibawa ke sejumlah tempat oleh seorang petinggi Badan Narkotika Nasional (BNN). Disebut juga ada duit miliaran mengalir ke penegak hukum.

Dalam waktu singkat, testimoni tersebut langsung menjadi perhatian nasional. Pihak-pihak yang disebut institusinya langsung menggelar penyelidikan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera membentuk tim independen untuk mengungkap kebenarannya.

Tim yang beranggotakan anggota kepolisian, TNI, BNN dan tokoh masyarakat ini langsung bekerja. Kinerja hanya berlangsung selama 1 bulan, dan diminta menyerahkan bukti-bukti yang ditemukan kepada Polri.

Dari hasil penelusuran tim independen, ditemukan adanya keterlibatan petugas lapas dan beberapa orang polisi selama menangani kasus narkoba yang melibatkan Fredi Budiman. Meski begitu, tak ada bukti keterlibatan pejabat yang dimaksud dalam testimoni tersebut.

3.Arcandra Tahar

Namanya mulai dikenal saat diangkat dan dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat reshuffle kabinet akhir Juli lalu. Dia ditunjuk untuk menggantikan Sudirman Said yang dicopot.

Kemudian ramai beredar pesan berantai yang menyebut dirinya memiliki dua kewarganegaraan. Selain WNI, Arcandra juga memegang paspor Amerika Serikat.

Saat dikonfirmasi, Arcandra membantah punya dua kewarganegaraan. Namun, bantahan itu tak menghentikan polemik, bahkan mengundang legislatif angkat bicara.

Desakan agar Arcandra dicopot dari jabatannya semakin menguat. Baik DPR maupun masyarakat meminta agar Presiden Jokowi segera mencopotnya, apalagi pengangkatannya sudah melanggar aturan perundang-undangan, di mana pejabat negara tidak boleh orang asing.


Setelah menuai banyak polemik, akhirnya Arcandra segera dicopot oleh Jokowi. Posisinya digantikan sementara oleh Luhut Binsar Panjaitan yang juga menyandang jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Sementara, pemerintah berjuang mengembalikan kewarganegaraan Arcandra yang hilang akibat menerima kewarganegaraan AS. Permintaan itu pun disetujui DPR.

Tanpa menunggu lama, tepatnya tiga bulan setelah dicopot, Jokowi memutuskan untuk mengangkat Arcandra sebagai Wakil Menteri ESDM, dia menjadi orang nomor dua di Kementerian ESDM di bawah Ignasius Jonan.

4.Presiden Jokowi

Sebagai kepala negara, Presiden Joko Widodo merupakan sosok yang paling disorot sepanjang tahun 2016. Mulai dari kebijakannya, tindakannya, hingga keluarganya terus menjadi pusat perhatian publik.

Sejak menjabat, Jokowi telah melakukan dua kali reshuffle menteri. Terakhir dilakukannya pada Juli 2016 lalu, dengan memasukkan tujuh nama baru serta menggeser dua menterinya.

Keputusannya mengangkat Archandra Tahar sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) rupanya menuai polemik, sebab dia dituduh menunjuk seorang warga negara asing menjadi pejabat tinggi negara. Archandra memang diketahui memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat.

Sejumlah video kegiatan Jokowi di sela-sela kegiatan kenegaraan yang disebar luaskan oleh putranya Kaesang Pangarep banyak ditonton. Bahkan, Jokowi diketahui sempat membeli sepatu yang telah dipotong harganya di sebuah pusat perbelanjaan.

Jokowi sempat dikritik ketika aksi demonstrasi 4 November 2016 digelar. Dia menggelar kunjungan kerja ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, bukan menemui pendemo.

Namun kecaman tidak berlangsung lama, tanggal 2 Desember lalu, di bawah guyuran hujan dia menemui massa pendemo sekaligus melaksanakan ibadah salat Jumat di Silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Jokowi mencatat sejumlah gebrakan. Di antaranya menyamakan harga BBM di Jawa dan Papua. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan.

Saat ini fokus Presiden Jokowi di antaranya adalah memberantas pungutan liar atau pungli.

5.Basuki Tjahaja Purnama

Pria kelahiran Manggar 50 tahun yang lalu ini telah menjadi sorotan sejak Basuki menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi. Usai menduduki kursi kegubernuran, dia kerap kali mendapatkan penolakan dari sejumlah orang.

Mendekati masa pendaftaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, sorotan semakin tajam. Semula, Ahok mengumumkan untuk maju secara independen dengan dukungan dari Teman Ahok, keduanya menargetkan dukungan sebanyak 1 juta KTP, dia memilih Heru sebagai wakilnya.

Selama itu pula, Ahok gencar diserang berbagai tuduhan kasus korupsi, mulai dari lahan Sumber Waras hingga pembelian tanah di Cengkareng yang ternyata milik Pemprov DKI Jakarta. Meski begitu, dia bergeming dan memilih tetap maju sebagai calon gubernur petahana.

Tepat 19 Juni 2016, Teman Ahok rupanya berhasil memenuhi syarat yang diminta Ahok, yakni mengumpulkan 1 juta KTP. Tak hanya itu, mereka juga mengklaim jumlah KTP yang didapatkan melebihi target. Selang satu bulan setelahnya, Ahok lantas mengumumkan untuk maju bersama partai politik di Pilgub DKI.

Dukungan pertama didapatkannya dari Partai Nasional Demokrat, disusul Partai Hanura serta Partai Golongan Karya. Terakhir, Ahok mendapatkan dukungan resmi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Jelang akhir tahun, Ahok malah tersandung kasus dugaan penistaan agama. Tuduhan itu dijatuhkan umat Islam usai mengutip Surah Al Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Kepulauan Seribu. Kini kasusnya tengah diadili. (ma)
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Loading...


loading...

0 komentar:

Poskan Komentar