Sabtu, 24 Desember 2016

Cerita Presiden Jokowi Soal Peci yang Biasa Digunakan Gus Dur Meskipun Saya Tidak Menyukai Pakai Peci

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata memiliki kenangan tersendiri mengenai Presiden Keempat RI, KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur. Sebuah peci yang biasa digunakan Gus Dur pernah diberikan istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, kepada mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. 

Peci ini diberikan sebelum Jokowi terpilih sebagai Presiden Ketujuh RI. Jokowi pun masih ingat betul kapan dan dimana ibu Sinta Nuriyah memberikan peci yang biasa digunakan Gus Dur tersebut. 

''Saya masih ingat, hari Kamis tanggal 26 September 2013 di Wahid Institute, ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid memberikan peci yang biasa dipakai Gus Dur kepada saya,'' kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Haul Ketujuh Abdurrahman Wahid di Kompleks Munawwarah, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (23/12) malam.

Sebenarnya Jokowi berniat mengenakan peci tersebut dalam acara peringatan tujuh tahun wafatnya Gus Dur tersebut. Namun, lantaran peci tersebut disimpan di Solo, Jawa Tengah, rumah Jokowi, akhirnya rencana tersebut urung terlaksana. ''Tapi Insya Allah, nanti tahun depan akan saya pakai,'' tutur Jokowi disambut tepuk tangan dari para jamaah yang hadir di kediaman Gus Dur tersebut. 

Jokowi pun mengakui, pemberian peci tersebut memiliki makna mendalam bagi dirinya. Peci itu menjadi pengingat bagi mantan Walikota Solo dan seluruh rakyat Indonesia untuk terus berusaha meneladani sosok Gus Dur. 

Nilai keteladanan yang dapat diambil dari sosok Gus Dur, lanjut Jokowi, adalah ketulusan untuk terus menjaga silaturahmi melampaui sekat-sekat primordial yang ada. ''Kemudian meneladani kesederhanaan beliau, meneladani kesukarelaan beliau dalam melayani masyarakat, dan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara sampai akhir hayatnya,'' tutur Jokowi. 

Selama hidupnya, kata Jokowi, Gus Dur selalu mengingatkan bangsa Indonesia bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah milik kita bersama, bukan milik golongan dan perseorangan. Karena itu, NKRI harus dikelola dengan mendasarkan diri pada aturan konstitusi yang ada. 

Jokowi yakin, Gus Dur tentu akan tidak setuju dan gemas jika ada sekelompok atau orang-orang yang meremehkan konstitusi. ''Mengabaikan kemajemukan kita, memaksakan kehendak dengan aksi-aksi kekerasan, radikalisme, dan terorisme,'' katanya.SUMBER BERITA DARI REPUBLIKA.CO.ID
Loading...

loading...

0 komentar:

Poskan Komentar