Senin, 19 Desember 2016

Ditegur Kapolri Soal SE Haramkan Atribut Non Muslim, Kapolres Kulonprogo: Kita Sosialisasi Lisan Fatwa MUI

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memberikan teguran keras kepada Kapolres Bekasi Kota dan Kapolres Kulonprogo, DIY karena membuat surat edaran yang isinya terkait fatwa MUI mengharamkan pemakaian atribut nonmuslim.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Nanang Djunaedi mengakui pihaknya melakukan sosialisasi fatwa MUI secara lisan, namun belum menerima surat teguran dari Kapolri.

"Memang kami koordinasi lisan ke pimpinan perusahaan-perusahaan, mengimbau supaya mengindahkan fatwa MUI. Tapi kami belum menyerahkan surat tertulis, yang buat surat dari kapolsek untuk diserahkan ke pimpinan perusahaan," ujar AKBP Nanang saat dikonfirmasi detikcom, Senin (19/12/2016).

Sosialisasi lisan kepada pimpinan perusahaan disampaikan jajaran Polres Kulonprogo pada akhir pekan lalu, Sabtu (17/12) dan hari Minggu (18/12).

Nanang juga mengaku baru mengetahui kabar adanya teguran dari Kapolri.

"Belum ada (surat) teguran yang diterima. Kami memang menyampaikan sosialisasi (fatwa MUI) secara lisan dan kita tidak menyebar secara luas ke masyarakat karena ini hanya instansi tertentu seperti perusahaan-perusahaan pembuat wig, (pabrik) perusahaan rokok. Kita hanya mengimbau," terangnya.


Polres pada hari ini juga menggelar pertemuan dengan forum kerukunan umat beragama (FKUB) untuk memastikan komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan ibadah utamanya jelang Natal dan Tahun Baru.

"Ada 200 orang personel yang disiapkan. Kami memastikan supaya tidak ada intoleransi dari ormas, organisasi pemuda, organisasi keagamaan agar tidak melakukan sweeping atau razia. Akan kita tindak mereka yang sweeping karena mereka tidak berhak melakukannya," tegas Nanang.

Kapolri Tito sebelumnya mengatakan memberi teguran kepada Kapolres Bekasi Kota, Jawa Barat dan Kapolres Kulonprogo. Tito menegaskan fatwa MUI bukan rujukan hukum positif atau hukum yang berlaku saat ini di suatu negara. Dia meminta surat edaran dari polisi dicabut.

"Saya tegur keras Polres Metro Bekasi Kota dan Polres Kulonprogo karena mereka mengeluarkan surat edaran seperti yang difatwakan MUI," kata Tito di sela acara diskusi di Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (19/12). [dtk]
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Loading...

loading...
..

0 komentar:

Poskan Komentar