Jumat, 30 Desember 2016

Gerindra Wanti-wanti Jokowi, "Kalau Evaluasi Media Online karena Tidak Suka Dikritik Tajam, Maka 1000 Persen Saya Menolak"

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Presiden Jokowi ingin mengevaluasi portal online yang kerap membuat berita bohong alias hoax dan cenderung provokatif. Kepala Negara juga ingin penegakan hukum yang tegas atas fitnah dan ujaran kebencian di media sosial.

Menanggapi itu, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Gerindra, Elnino Husein Mohi menyatakan bahwa berita-berita hoax sesungguhnya sudah ada sejak zaman pemerintahan Presiden SBY.

"Sejak jaman SBY kita semua prihatin dengan banyaknya hoax yang beredar di internet," ujar Elnino dalam keterangan persnya, Sabtu (31/12).

Dia mengaku memang perlu ada kebijakan untuk membuat dunia maya di Indonesia agar lebih beradab. Tapi kebijakan itu bukan untuk membungkam kritik terhadap pemangku jabatan maupun figur publik yang mendapatkan kanalnya di media online dan media sosial.

"Kalau Presiden yang sekarang ini ingin memperbaiki pola komunikasi masyarakat di medsos maupun memperbaiki kualitas pemberitaan media online, saya setuju 1000 persen sejak dulu. Tapi, kalau Presiden ingin mengevaluasi dunia maya hanya karena tidak suka dibully masyarakat atau tidak suka dikritik via media online secara tajam, maka saya 1000 persen menolak. Sebab, niatnya beda," tegasnya.

Tambah Elnino, dulu SBY dan tokoh publik seperti Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto juga kerab dibully, difitnah,bahkan  dicaci-maki, tapi mereka tidak bergeming.

"Masak Presiden yang sekarang dibully begitu saja sudah mau bikin aturan untuk melindungi dirinya sendiri dari bully-an dan kritik tajam," sesalnya.

Elnino pun berharap niatan pemerintah untuk mengubah peraturan tentang dunia maya itu benar-benar didasari oleh niatan yang benar. [rmol]
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Loading...


loading...

0 komentar:

Poskan Komentar