Jumat, 16 Desember 2016

Haram Pakai Atribut Non-Muslim, PKS: Fatwa MUI Sudah Tepat, Toleransi Itu Menjaga Kerukunan Antar Umat, Bukan Berarti Muslim Pakai Atribut Non Muslim Atau Non Muslim Pakai Atribut Muslim Seperti Kopiah Dan Sejadah, Semoga Paham !

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa haram menggunakan atribut non-muslim bagi umat Islam.

Fatwa itu seiring maraknya pegawai muslim diharuskan oleh atasannya memakai atribut non-muslim ketika perayaan agama lain tiba.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menilai, langkah tersebut memang sudah menjadi tugas MUI.

"sudah tepat tugas MUI sebagai bentuk tanggung jawab guna membimbing umat," kata Jazuli kepada TeropongSenayan, Sabtu (17/12/2016).

Jazuli berpendapat, fatwa MUI tersebut esensinya justru untuk memperkuat toleransi dan menjaga kerukunan antar-umat beragama.

"Prinsipnya tidak boleh ada pemaksaan terhadap keyakinan beragama bagi pemeluk agama lain. Karyawan muslim yang tidak mau menggunakan atribut agama lain, tidak boleh dipaksa apalagi disanksi. Demikian juga sebaliknya umat Islam juga tidak akan memaksakan keyakinannya kepada agama lain termasuk dalam hal atribut keagamaan," terangnya.

Menurutnya, penghormatan dan penghargaan atas keyakinan beragama itulah yang mengokohkan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

"Untuk itu Fraksi PKS menyambut baik sikap aparat keamanan, seperti yang ditunjukkan Polres Metro Bekasi Kota, yang mengeluarkan edaran (dengan konsideran fatwa MUI tersebut) berisi himbauan agar perusahaan tidak mewajibkan atau memaksa karyawannya menggunakan atribut yang tidak sesuai dengan keyakinannya. Saya kira himbauan tersebut positif dan konstruktif dalam menghindari kesalahpahaman di masyarakat," ungkapnya.(ts)
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Loading...

loading...

0 komentar:

Poskan Komentar