Rabu, 07 Desember 2016

Kata Jokowi Kalau Separuh Wajib Pajak Ikut Tax Amnesty, RI Tak Perlu Ngutang

PRIBUMI.WIN, JAKARTA -  Presiden Joko Widodo hari ini mensosialisasikan program tax amnesty atau pengampunan pajak di Nusa Dua, Bali. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyayangkan masih sedikitnya wajib pajak Indonesia yang mengikuti program ini.

Jokowi mengatakan, data di Menteri Keuangan Sri Mulyani, ada sekitar Rp 11 ribu triliun uang wajib pajak yang masih belum dilaporkan pajaknya.

"Jangan ditepuki (tepuk tangan,-red. Karena yang ada di kantong saya dua kali lipat lebih dari itu. Jangan ditepuki, itu nggak baik," kata Jokowi di Gedung Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (7/12/2016).

Untuk itulah, lanjut Jokowi, pemerintah menyelenggarakan program tax amnesty. Tujuannya agar uang wajib pajak yang masih disimpan di luar negeri ataupun yang belum dilaporkan bisa segera dilaporkan pemerintah.

"Agar uang-uang yang masih disimpan di luar negeri, di bawah bantal, di bawah kasur, di lemari, itu bisa keluar. Dan di luar negeri itu bisa dibawa masuk kembali ke negara kita. Karena sekarang ini kita sangat membutuhkan uang untuk pembangunan negara kita," kata Jokowi.

Dikatakan Jokowi, hingga kini deklarasi maupun repatriasi yang ikut tax amnesty mencapai Rp 3.980 tiliun. Namun, angka tersebut dinilai masih sangat kecil.

"Kecil sekali. Dan perlu saya informasikan juga, dari total wajib pajak kita yang kurang lebih 20 juta wajib pajak, yang ikut tax amnesty baru 481 ribu. Hanya 2,5 persen. Hanya 2,5 persen," kata Jokowi.

"Kecil sekali. Kita datanya punya semuanya, di Bali ada berapa, nanti diungkap. Jangan saya yang ungkap. Kalau saya yang ungkap, enggak enak saya sama saudara-saudara saya di Bali," tambah Jokowi.

Dikatakan Jokowi, jika separuh saja wajib pajak ikut program pengampunan pajak ini, maka Indonesia tidak perlu meminjam uang dari luar.

"Bayangkan kalau separuh saja wajib pajak ikut tax amnesty, enggak perlu pinjam uang dari luar, enggak perlu kita rebutan arus uang masuk, enggak perlu," kata Jokowi.

"Sebab itu, kenapa saya turun sendiri untuk menyadarkan kita semua betapa pentingnya uang-uang itu bagi negara. Penting sekali, sangat penting sekali. Baik untuk infrastruktur, industri, pertanian, perkebunan, semuanya," tambahnya.  (dtk)
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Loading...

loading...
loading...

0 komentar:

Poskan Komentar