Selasa, 20 Desember 2016

Kementan Alokasikan Rp 40 Miliar untuk Kembangkan Rempah

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Kementerian Pertanian siap mengalokasikan anggaran sebesar Rp 40 miliar melalui APBN 2017 untuk pengembangan perkebunan rempah. Dirjen Perkebunan Kementan Bambang menyatakan anggaran tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan perkebunan rempah di 22 provinsi sentra produksi sehingga akan dibuatkan klaster-klaster.

"Komoditas rempah yang diprioritaskan yakni pala, lada, dan cengkeh. Diharapkan terjadi peningkatan produksi maupun mutu produk," katanya pada pengukuhan Pengurus Dewan Rempah Indonesia (DRI) periode 2016-2021, Selasa (20/12).

Sejak masa penjajahan Belanda, tambahnya, Indonesia telah dikenal sebagai surganya rempah-rempah, yang produksinya banyak dicari bangsa-bangsa Eropa. Namun kini produksi rempah Indonesia dalam beberapa dasawarsa terakhir terus menurun. Berbagai permasalahan yang menjadi kendala utama adalah keterbatasan bibit unggul, sarana produksi dan teknologi yang belum memadai, tata niaga yang belum efisien dan beberapa kendala lain. Hal itu membuat kualitas dan kuantitas produksi rempah Indonesia menurun hingga 40-60 persen dari kualitas standar yang diakui pasar dunia.

Oleh karena itu, lanjutnya, melalui berbagai upaya pemerintah bersama Dewan Rempah Indonesia ingin mengembalikan kejayaan rempah Indonesia di mata dunia. Pengembangan tiga komoditas tersebut akan dilakukan dengan strategi peningkatan skala ekonomi budidaya, penerapan teknologi, standar mutu, dan penguatan industri pengolahan.
Selain itu, Bambang menambahkan, pihaknya juga akan melakukan penguatan kelembagaan petani sehingga mereka memiliki daya tawar yang tinggi terutama terkait penentuan harga rempah sehingga tidak merugikan petani.

Pada tahun ini, Ditjen Perkebunan siap melakukan identifikasi terhadap sentra-sentra produksi benih yang nantinya akan ditetapkan sebagai kebun benih kemudian disertifikasi sehingga pengadaan benih tanaman rempah bisa dilakukan secara mandiri oleh petani.

Sementara itu Ketua Umum DRI Gamal Nasir mengatakan, sejumlah faktor yang mengakibatkan turunnya produksi rempah nasional antara lain, tidak adanya perbaikan terhadap kebun rakyat, tanaman pada umumnya telah berumur tua sehingga produktivitas rendah, serta serangan hama. Untuk itu, dia mengingatkan pemerintah agar lebih meningkatkan perhatian terhadap produksi rempah Indonesia mengingat potensinya sangat besar apalagi Indonesia pernah berjaya sebagai negara produsen rempah di dunia.
SUMBER BERITA DARI ANTARANEWS.COM
Loading...

loading...

0 komentar:

Poskan Komentar