Jumat, 30 Desember 2016

Ketua PBNU: 2016, Ekonomi Nasional Dinikmati Segelintir Orang

PRIBUMI.WIN, JAKARTA -Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj menilai di tahun 2016 masih terjadi ketimpangan sosial dan ekonomi yang tajam di Indonesia.

"Kue ekonomi nasional masih dinikmati oleh segelintir orang yang menempati 20 persen teratas dari struktur piramida ekonomi nasional dan 40 persen kelas menengah," kata dia di kantor PBNU jalan kramat raya, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2016).

Tak hanya soal ekonomi, Said juga menilai berbagai peristiwa yang terjadi sepanjang tahun 2016 menunjukkan menipisnya semangat toleransi dan kebhinekaan.

Menurutnya, secara politik kebangsaan, tahun 2016 diwarnai penonjolan politik identitas yang rentan menggerogoti Pancasila yang menjadi sendi-sendi konsensus nasional.

"Perhelatan politik pilkada DKI dan konflik timur tengah dieksploitasi sebagai bahan bakar untuk menyulut benih-benih perpecahan antar elemen bangsa," katanya.

PBNU menilai, lanjut dia, hukum di Indonesia masih bermasalah baik di tingkat substansi, struktur maupun kultur.

Diungkapkannya, gejala menurunnya toleransi beragama di indonesia dapat meretakkan konstruksi NKRI yang ber-Bhinneka Tunggal ika.

Menurutnya, gangguan terhadap kebebasan menjalankan ajaran agama dan keyakinan masih kerap terjadi dan dilakukan oleh kelompok-kelompok intoleran.

"PBNU menyerukan pemerintah dan aparat penegak hukum menindak tegas kelompok intoleran yang melanggaar hukum dan juga ketertiban sosial," pungkas dia. [tsc]
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Loading...

loading...

0 komentar:

Poskan Komentar