Senin, 19 Desember 2016

Korban Gusur Diberi Rusun Lalu Diusir karena Gak Bayar Sewa, Strategi Busuk Ahok Usir Pribumi & Tempatkan Imigran China

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Warga penghuni rusun terancam diusir karena tidak bisa membayar uang sewa merupakan bagian strategi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengusir pribumi dan orang miskin.

“Warga yang digusur ditempatkan di rusun, itu sewa dan di rusun belum tentu ada pekerjaan tetap padahal ada tanggungan bayar sewa, ini bagian strategi Ahok mengusur warga pribumi dan rakyat miskin,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Kamis (20/10).

Kata Muslim, pendukung Ahok yang memberitakan, warga gembira dengan menempati rusun setelah pengggusuran adalah kebohongan. “Padahal setelah menempati rusun muncul masalah baru terutama pekerjaan dan terancam diusir karena tak sanggup bayar sewa,” papar Muslim.

Muslim mencurigai rusun yang dibangun dari kompensasi pengembang mempunyai tujuan menempatkan warga keturunan Tionghoa dan orang-orang kaya. “Kemungkinan imigran China daratan ditempatkan di rusun dan mereka ini mendapat subsidi dari pengembang. Mereka dikerjakan di bagian pengembang yang kebanyakan warga Tionghoa,” ungkap Muslim.

Selain itu, Muslim meminta warga Jakarta mewaspadai kemungkinan warga China daratan yang menghuni rusun ikut di Pilkada DKI Jakarta. “Kita antisipasi segala kemungkinan termasuk pengerahan warga China daratan untuk memenangkan Ahok,” pungkas Muslim.

Ahok memastikan akan mengusir penghuni rusun yang sengaja menunggak sewa. “Kalau mampu (tapi tidak mau bayar), kami usir.”

Jika sebaliknya, pemerintah provinsi dipastikan memberi toleransi dengan memperpanjang
waktu menetap. Di Rusunawa Jatinegara Barat, misalnya, biaya retribusi yang diterapkan mencapai Rp 300 ribu per bulan.

Soal keluhan warga terkait sumber penghasilan selama tinggal di rusun, menurut Ahok, pemerintah Jakarta telah memberikan solusi, terutama untuk ibu-ibu. Ahok mencontohkan pelatihan menjahit.

“Kami pinjamkan mesin. Nanti hasilnya kami beli, kami jual di Alfamart dan Indomaret. Kalau budi daya tidak semua bisa. Nah, supaya punya penghasilan di setiap rusun, kami ingin konfeksi,” katanya. [suaranasional]
Loading...

loading...

0 komentar:

Poskan Komentar