Rabu, 14 Desember 2016

MUI Keluarkan Sikap Resmi Atas Pembantaian Rohingya, Berikut Poinnya

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sikap resmi atas tragedi pembantaian kaum Muslimin Rohingya, Myanmar. Sikap tersebut terdri atas tujuh sikap, yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin dan Sekjen Anwar Abbas, Rabu (14/12/2016).

Pertama, MUI mengutuk tindakan pembantaian, pengusiran, penindasan, penyiksaan, pemerkosaan, perampasan, penangkapan, dan sejumlah tindakan tidak berperikemanusiaan lain yang dilakukan terhadap kaum Muslimin Rohingya.

Tindakan yang dilakukan tentara Myanmar dan milisi bersenjatanya, menurut MUI, tidak dapat ditolerir atas nama apa pun. Bahkan, tindakan-tindakan ini mengindikasikan telah terjadinya skenario pebasmian etnis (genosida) terhadap kaum Muslimin Rohingya.

Kedua, MUI mendesak pemerintah Myanmar segera menghentikan pembantaian dan segala bentuk kebiadaban tentara Myanmar dan milisi bersenjatanya, serta memberikan perlindungan hak-hak hidup dan beragama kaum Muslimin Rohingya.

"Bila tidak segera dilakukan, kami meminta Nobel Perdamaian untuk Aung San Suu Kyi dicabut, karena dia tidak pantas menyandangnya,"ujar Ma'ruf Amin.

Ketiga, MUI menuntut pemerintah Myanmar untuk segera mengakui etnis Rohingya sebagai warga negara Myanmar, dan memberikan hak-hak mereka tanpa diskriminatif.

Keempat, MUI menyesalkan sikap PBB yang tidak pro aktif mengatasi masalah pembantaian etnis terhadap kaum Muslim Rohingya.

"Untuk itu, kami mendesak PBB dan lembaga-lembaga internasonal lain untuk segera melakukan langkah konkrit, dalam mencegah berlanjutnya krirs kemanusiaan di Myanmar,"kata Ma'ruf.

Menurut Ma'ruf, MUI melaporkan pemerintah Myanmar ke Dewan Keamanan PBB, dan meminta segera mengirimkan pasukan perdamaian melindungi suku Rohingya yang tidak berdosa.

Kelima, MUI mendesak pemerintah Indonesia, untuk berperan aktif dalam tragedi kemanusiaan di Myanmar dan memperlopori upaya penyelesaian masalah etnis Rohingya bersama negara-negara ASEAN, serta negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tanpa harus mengorbankan Protokol ASEAN.

Keenam, MUI Meminta pemerintah Indonesia menyiapkan lahan tempat tinggal bagi pengungsi (eksodus) Rohingya, semisal di salah satu pulau ayng tidak berpenghuni, agar mereka dapat membangun kehidupan baru di tempat tersebut.

Ketujuh, MUI mengajak seluruh komponen umat Islam Indonesia memberikan bantuan kepada kaum Muslimin Rohingya. Derita yang mereka rasakan adalah derita seluruh kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia. [tsc]
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Loading...

loading...

0 komentar:

Poskan Komentar