Rabu, 14 Desember 2016

PKB: Gusdur Pasti Kecewa dengan Sikap Ahok, Menggusur Rakyat Kecil Saat Berkuasa Penuh Kebusukan Dan Ambisi Kesombongan

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Wakil Sekjen DPP PKB, Daniel Johan mengatakan mantan Ketua Umum PKB Abdurrahman Wahid atau Gusdur pasti akan marah melihat tindakan Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kini jadi terdakwa kasus penodaan agama.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini mengakui kalau almarhum Gusdur dulu memang pasang badan untuk Ahok demi demokrasi dan melumerkan diskriminasi warisan orde baru yang saat itu masih begitu kuat.

"Gusdur dari awal mendirikan PKB selalu menekankan merebut kekuasaan adalah untuk melayani rakyat, sehingga jangan sekali-kali melupakan dan meninggalkan rakyat," kata Daniel kepada INILAHCOM, Rabu (14/12/2016).

Namun, anggota DPR Fraksi PKB ini menegaskan nota pembelaan (eksepsi) yang dibacakan oleh terdakwa Ahok dalam persidangan perkara penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara tentu tidak ada kaitannya dengan ajaran mantan Presiden Republik Indonesia ketiga itu.

"Dalam hal pembelaannya Ahok, saya rasa apa yang menjadi keyakinan Gusdur tidak ada hubungannya dengan perkara Ahok. Saya rasa Gusdur pun akan kecewa dengan Ahok yang begitu mudahnya menggusur rakyat kecil saat dia berkuasa," jelas dia.

Untuk diketahui, jaksa penuntut umum (JPU) telah membacakan dakwaan terhadap Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa.

Jaksa mendakwa Ahok dengan dua pasal alternatif yakni Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP, karena perbuatan Ahok yang telah mencederai hati nurani masyarakat khususnya umat Islam yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Pulau Seribu.

Sementara, terdakwa Basuki merasa sedih didakwa telah menistakan agama Islam. Padahal, Ahok mengklaim selama ini sangat dekat dengan pemeluk agama muslim.


Ahok mengaku lahir dari pasangan non-muslim Indra Tjahaja Purnama dan Buniarti Ningsih (Tjoeng Kim Nam dan Bun Nen Caw). Tapi, dia juga diangkat sebagai anak oleh keluarga Islam Bugis, Andi Baso Amier dan Misribu binti Acca.

"Saya sangat sedih, saya dituduh menista agama Islam, karena tuduhan itu, sama saja dengan mengatakan saya menista orang tua angkat dan saudara-saudara angkat saya sendiri, yang sangat saya sayangi, dan juga sangat sayang kepada saya," kata Ahok.

Terlebih, kata Ahok, uang masuk kuliah S2 di Prasetya Mulya dibayar oleh kakak angkatnya, Analta Amir. Lantaran kebaikan itu, dia menyatakan tidak akan mungkin menistakan agama yang sudah membesarkan dirinya.

"Saya seperti orang yang tidak tahu berterima kasih, apabila saya tidak menghargai agama dan kitab suci orang tua dan kakak angkat saya yang Islamnya sangat taat," ujar Ahok.

Di samping itu, Ahok juga memasukkan perkataan mantan Presiden Abdurrahman Wahid dalam nota pembelaan. Menurut dia, seorang pemimpin itu merupakan pelayan untuk masyarakat.

"Saya mengingat perkataan seorang ulama kepada saya yaitu KH Abdurahman Wahid yaitu gubernur itu bukan pemimpin, gubernur itu pembantu atau pelayan masyarakat," tandasnya.
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Loading...

loading...

0 komentar:

Poskan Komentar