Sabtu, 31 Desember 2016

Roy Suryo: Saat SBY Presiden Juga Kerap Dicaci-maki di Jejaring Sosial, tapi Tak Sampai Membuat Aturan untuk Melindungi Diri

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mengevaluasi media online yang dinilai kerap membuat berita bohong dan cenderung provokatif.

Menanggapi rencana tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat presiden juga kerap di-bully, difitnah, bahkan dicaci-maki di jejaring sosial. Tetapi tidak sampai membuat aturan untuk melindungi diri.

"Masyarakat Indonesia yang sudah cerdas bisa menilainya sendiri. Di era keterbukaan informasi sekarang ini tentunya diperlukan kedewasaan berpikir dan memberikan kebijakan," jelasnya ketika dihubungi wartawan, Sabtu (31/12).

Menurut Roy, rakyat Indonesia bukannya tidak memerlukan aturan seperti itu. Tetapi seharusnya, Jokowi sebagai pemimpin pemerintahan lebih memprioritaskan dalam memberi perlindungan bagi rakyat. Seperti misalnya ancaman penistaan agama, tenaga kerja asing ilegal,, kapitalisasi global dan sebagainya yang lebih dirasakan rakyat akan lebih bermakna.

"Dibandingkan sibuk sendiri mengurusi soal cyber bullying. Apalagi ke pejabat-pejabat negara yang seharusnya melayani atau melindungi rakyat, dan bukan minta dilayani atau dilindungi dari rakyatnya," jelas Roy.

Dia melanjutkan, jika pun ada informasi bohong yang diterbitkan di media online ataupun di jejaring sosial, pemerintah bisa menggunakan Undang-Undang Pers dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang sudah disempurnakan.

"Menurut saya, sebaiknya presiden fokus saja ke tupoksinya. Karena mulai 2017, Indonesia makin merasakan dampak situasi global akibat sosial, ekonomi, politik, pertahanan mancanegara yang mengalami perubahan konstelasi besar. Daripada malah makin banyak kritikan yang bisa-bisa disalahpersepsikan dengan Sikap anti kritik pemerintah tersebut," demikian Roy. [rmol]
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Loading...


loading...

0 komentar:

Poskan Komentar