Minggu, 11 Desember 2016

Serukan Kwik Untuk Kembali ke UUD 45, Mengapa Kwik Kian Gie Tak Ikut Di Tuduh Makar ?

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Perlakuan polisi terhadap tertuduh makar dipertanyakan.

Sri Bintang Pamungkas dan Hatta Taliwang ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Padahal pemikiran kedua tokoh aktivis ini tak jauh berbeda dengan yang disuarakan Kwik Kian Gie.

Kwie pernah menyerukan kembali ke UUD 1945 asli. Alasan mantan ketua Litbang PDI Perjuangan itu karena melihat pengaruh sembilan naga alias taipan di belakang pemerintahan Jokowi-JK, begitu mendominasi.

"Pikiran dan pendapat Pak Kwik, Sri Bintang Pamungkas dan Hatta Taliwang soal taipan atau cukong atau aseng punya kesamaan pandangan. Lalu, kenapa Bintang dan Hatta ditangkap dan dipenjarakan? Polisi wajib menjawab ini," kritik koordinator Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (Galak), Muslim Arbi melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (11/12).

Arbi menegaskan, tidak selayaknya Sri Bintang dan Hatta Taliwang dituduh berupaya makar. Pendapat mereka justru bentuk kontrol dan kritik agar rezim Jokowi jangan sampai di bawah kendali para taipan atau cukong.

"Ataukah rezim ini sudah tidak mau dikontrol dan dikritik lagi, sehingga berbuat semaunya saja," kata Arbi.

Ia malah merasa lucu sebagian di antara para aktivis dijemput paksa, ditetapkan tersangka, diperiksa lantas disuruh pulang. Namun hanya Sri Bintang Pamungkas, Hatta Taliwang dan kakak beradik yang juga aktivis alumni HMI, Rizal Kobar dan Jamran ditahan.

Malah, tiga nama terakhir dicokok dengan tuduhan makar tetapi ditersangkakan dengan pelanggaran UU ITE. Hatta dianggap melanggar SARA karena publikasi tulisan di whatsapp dengan judul 'China Hobi Beternak Penguasa'. [rmol]
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Loading...

loading...
loading...

0 komentar:

Poskan Komentar