Senin, 09 Januari 2017

Gerindra Minta Polisi Hentikan Tuduhan Makar kepada Para Aktivis, Sebelum DPR Bertindak Lebih Jauh Dan Lebih tegas

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tegas meminta agar tuduhan makar terhadap sejumlah aktivis, seperti petinggi Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan anak Presiden pertama, Soekarno dihentikan.

Menurut Fadli, tak ada rencana makar yang ingin dilakukan para aktivis tersebut. Mereka hanya ingin mengembalikan fungsi UUD 1945 yang asli sebagai landasan hukum dalam bernegara.

"Jadi tuduhan-tuduhan makar ini perlu lah dihentikan lah. Saya kira ini menggangu demokrasi kita. Ini tarafnya sudah sangat menggangu demokrasi kita, karena apanya yang makar," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2017).

Fadli menilai di zaman sekarang ini tak mungkin ada gerakan makar. Apalagi bila masyarakat hanya berkumpul membicarakan masalah negara termasuk mengkritik pemerintahan, menurut Fadli itu merupakan bagian dari demokrasi dan bukan merupakan perbuatan makar.

Fadli mencontohkan perbuatan makar yang sebenarnya yakni yang pernah dilakukan di Turki, dimana militernya mencoba mengambil pemerintahan yang sah dari tangan Presiden Turki Recep Thayyip Erdogan pada 2016 lalu.

"Tapi kalau orang cuma kongkow-kongkow sambil minum kopi, itu namanya demokrasi. Demokrasi ya memang begitu, biasa saja," tandas Wakil Ketua DPR itu.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memberikan sambutan politiknya dalam Rapat Akbar ribuan kader Gerindra DKI di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, 8 Januari 2017 kemarin menyinggung kasus makar yang dituduhkan kepada Rachmawati Soekarnoputri. Prabowo tak yakin jika anak sang proklamator Soekarno melakukan makar.

"Saya kira, anak proklamator kok makar?" selorok Prabowo dalam sambutannya.

Meski demikian, Prabowo tetap mengingatkan untuk menghormati proses hukum yang masih dilakukan pihak kepolisian. "Tapi marilah kita hormati semua proses dengan baik," lanjut Prabowo. [okz]
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Link Banner
Loading...


loading...

0 komentar:

Poskan Komentar