Sabtu, 07 Januari 2017

"Investasi Komunis Cina Bermasalah, karena 84% Rakyat RI Tolak Komunis secara Absolut"

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Investasi Chna di Indonesia memunculkan banyak masalah karena negeri Tirai Bambu itu berideologi komunis, yang bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Pendapat itu disampaikan mantan anggota DPR Habil Marati (06/01) menanggapi ekses investasi Cina di Indonesia yang memunculkan konflik di banyak bidang.

“Investasi China di Indonesia menjadi persoalan? Ini karena faktor idiologi komunis. Artinya secara batin 84% Rakyat Indonesia menolak komunis secara absolut,” tegas Habil Marati.

Menurut Habil, sudah sejak lama Jepang melakukan kerja sama ekonomi dan berinvestasi di Indonesia, tidak ada masalah. “Dan tidak ada tenaga kerja Jepang masuk berbondong-bondong ke Indonesia,” ungkap Habil.

Sebelumnya, Kepala Pusat Pengkajian Nusantara-Pasifik (PPNP) Haris Rusly mengatakan, di era pemerintahan Joko Widodo, setidaknya Indonesia dihadapkan kepada dua masalah terkait imigrasi.

Pertama, kebijakan Presiden Joko Widodo sendiri yang meliberalisasi sektor imigrasi, yang diklaim untuk tujuan menarik investasi dan wisatawan manca negara. Salah satu paket kebijakan Pemerintah yang sangat berbahaya tersebut adalah pembebasan visa kepada 170 an negara.

Kedua, kegagalan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM dalam membendung membanjirnya imigran gelap dan tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang masuk ke Indonesia, khususnya imigran gelap dan tenaga kerja asing ilegal dari Cina yang datang menumpang ‘perahu investasi’. [itj]
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Link Banner
Loading...


loading...

0 komentar:

Poskan Komentar