Sabtu, 21 Januari 2017

KASUS MESJID MENTAH, SYLVIANA MURNI “DICOBA” DANA BANSOS, TAPI DANA BANSOS UNTUK “KOMUNITAS” PENDUKUNG AHOK TIDAK DIPERIKSA

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Sebagai seorang mantan Walikota Jakarta Pusat dan juga tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil selama 30 tahun bukan tidak mungkin Ibu Sylviana Murni yang sedang mengikuti pencalonan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pasti banyak tahu kondisi Pemprov DKI selama dipegang oleh Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI, dan demikian pula sebaliknya.

Abdullah Kelrey, Ketua Indonesian Youth Solidarity, mengatakan demikian ketika secara tiba-tiba muncul kasus terkait dengan persoalan dana Bantuan Sosial untuk Pramuka, ketika Sylviana menjadi Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka DKI Jakarta tahun 2014.

“Jika orang menyebut politik itu kotor ada benarnya, namun persoalan yang menyerang Sylviana Murni bukan kotor lagi, tapi busuk,” ujar Dullah kepada pembawaberita.com

Menurutnya ucapan Andi Arief, mantan staf khusus Presiden SBY lalu, adalah bukti busuknya permainan politik dalam pilgub kali ini. Andi dalam wakun twitternya menulis bisikan yang didengarnya.

“Cerita seorang menteri yang berkantor di Istana, Jokowi tidak rela Ahok kalah, “potong leher saya” kalau ahok kalah,” kata menteri itu.” tulis @andiariefaa.

Hal ini menurut Dullah karena melihat elektabilitas Agus – Sylvi yang sudah melampaui kedua paslon lainnya, dan itu dapat ditemui di beberapa lembaga survey, yang sejak diumumkannya bakal calon gubernur DKI. Dan Agus-Sylvi pelan namun pasti kini sudah menyalip jauh di atas.

Sementara Ahok yang menjadi “pesakitan” sebagai terdakwa kasus penistaan agama, menurut Dullah sudah pasti sangat marah, “Ketika yang lain sibuk mendatangi warga, Ahok harus pusing memikirkan persoalan kasusnya, dan itu tentu saja menyita waktu dan perhatian,” ujar Dullah.

Sylviana sebelumnya sudah coba dikriminilisasi dengan anggaran tahun 2010-2011 untuk pembangunan mesjid Al Fauz di kantor Walikota Jakarta Pusat yang bernilai Rp. 32,5 milyar. Rupanya hal itu tidak mempan, dan kini beralih ke kasus baru Dana Bansos.

“Mereka tahu jika Sylviana tidak terlibat, karena yang menandatangani adalah Wakil Walikota, sementara Ibu Sylvi sedang mengikuti Lemhanas,” ujar Dullah, hingga akhirnya muncul kasus Bansos yang juga terkesan dipaksakan. “Saya yakin Ibu Sylviana lolos,” ujar Dullah.

Serangan kepada Ibu Sylviana sudah pasti akan dilakukan secara masif, selain karena wanita juga sangat mudah karena dekat dengan penggunaan anggaran ketika menjadi PNS.

C2gfOypUcAEexx7Andi Arief juga menyinggung soal dana bansos yang diberikan kepada sebuah komunitas bernama Salihara yang berada di daerah Pasar Minggu. “Guntur Romli dan @gm_gm sebagai bos salihara kapan diperiksa polisi soal menikmati Dana bansos 2014 dan 2015 ya.” Tanya Andi Arief.

Guntur Romli adalah salah satu anggota tim sukses Ahok-Djarot, sementara @gm_gm alias Gunawan Muhammad yang mendukung Ahok, bos Tempo grup, juga disebut Andi ikut tahu soal penyaluran dana Bansos ke Salihara tahun 2014 dan 2015.

Sylviana direncanakan untuk menghadap pihak Dittipidkor Bareskrim Mabes Polri, di Gedung Ombudsman Republik Indonesia Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (20/1). Namun dari hasil penelusuran, ada beberapa organisasi pemerintah juga ikut menikmati dana bansos.

Seperti Garnisun Tetap I, BNNP DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, Puspomad, Brimob Detasemen Gegana, Kodam Jayakarta/Resimen Induk, Kodam Jaya, TNI – AU I, Armabar TNI – AL, Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Tinggi, Komando Daerah Militer (Kodim) 5 wilayah, Yonbekang-3/Rat yang diberikan melalui Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta.

“Siapa yang berani mengaudit Dana bansos ke pasukan bersenjata, kalau kwarda Pramuka tentunya gampang.” singgung Andi kepada netizen dan juga kepada pihak yang memeriksa Sylviana Murni.

“Ibu Sylvi pasti kuat menghadapi, setelah soal isu mesjid gagal, sekarang pake isu kwarda Pramuka. Hadapi bu, Ibu tokoh perempuan yang hebat.” ucap Andi memberikan dukungan kepada Sylviana Murni.
SUMBER BERITA DARI PEMBAWABERITA.COM
Link Banner
Loading...


loading...

0 komentar:

Poskan Komentar