Kamis, 05 Januari 2017

PENDUKUNG AHOK INI SEBUT TERSINGGUNG ITU ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN BAGI UMAT ISLAM

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Selebaran yang dibuat oleh GNPF-MUI, terkait dengan akan diadakannya kegiatan Tabligh Akbar di Mesjid Jami Al-Makmuriah Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang direncanakan akan dilaksanakan pada hari Senin, 09 Januari 2017 dan dimulai pukul 12.00 hingga pukul 17.00 WIB. Tempatnya tepat di lokasi Ahok melakukan penistaan terhadap Al Quran dan menghina para ulama.

Rupanya hal ini dianggap oleh pendukung Ahok sebagai bagian dari kesempatan bagi mereka untuk membujuk kepada warga Pulau Pramuka untuk merasa tersinggung. Ucapan Eko Kuntadhi ini, didasari dari pernyataan saksi sidang Ahok, Novel Bakmumin, yang disebutnya jika Novel mengucapkan kalimat jika Warga Kepulauan Seribu tidak tersinggung, dikarenakan iman mereka masih lemah.

“Keislaman mereka diragukan, menurut logika Novel, keislaman ditentukan oleh perasaan mudah tersinggung. Lalu ngamuk,” ujar Eko menarik kesimpulan secara sepihak.

Eko melanjutkan kesimpulannya sambil menuduh jika kedatangan dua penceramah nanti, Aa Gym dan Ustadzah Muallaf Irene Handono, dalam rangka membuat rasa ketersinggungan warga setempat yang menurutnya tidak ada, akan timbul ketika mendengar ceramah Aa Gym dan Ustadzah Irene.

Bahkan Eko juga menghina dan mencibir jika umat islam yang semakin tinggi rasa ketersinggungannya maka akan semakin tinggi keimanannya. “Kalau gak tersinggung juga mereka bakal masuk neraka,” ujarnya melanjutkan hinaannya, “Sebab jaman ini, surga hanya bisa diamsuki oleh orang-orang yang mudah tersinggung.”

Bahkan Eko meminta agar penduduk Kepulauan Seribu agar bisa membantu Ahok dalam pilkada kali ini, dengan cara merasa tersinggung, “Bapak-bapak, ibu-ibu warga kepulauan seribu yang kami hormati. Plis, tersinggung dong. Sekaki ini aja. Tolong bantu kami dalam Pilkada ini.” ujar Eko yang memiliki akun sosmed @eko_kuntadhi.

“Kami tidak butuh apa-apa. Kami cuma butuh ketersinggungan saudara-saudara semua. Kalau gak mau tersinggung juga, nanti kami yang tersinggung dengan sikap bapak-bapak disini.”

“Masa bapak dan ibu tega, membiarkan kami pura-pura tersinggung sendiri. Kan kami jadi malu diketawain orang.”

Akhirnya Eko menyimpulkan sesuka hatinya, dan cenderung menghina keimanan umat Islam dengan mengatakan jika Tersinggung itu sekarang sudah jadi sebagian dari iman.

(jall)

(sumber ; “Hai Kamu, Tersinggung Dong”  www.jakartaasoy.com)
SUMBER BERITA DARI PEMBAWABERITA.COM
Link Banner
Loading...


loading...

0 komentar:

Poskan Komentar