Senin, 02 Januari 2017

Siksa Pasien Rehabilitasi & Di Paksa Murtad Kemudian Menghapal Injil, Pendeta Pemilik Panti Yayasan Kasih (YKAB) Diciduk Polisi

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Sat reskrim Polres Binjai menciduk pendeta Sampurna Tarigan (42) pemilik Panti Rehabilitas Yayasan Kasih Anugerah Bangsa (KAB) beberapa hari lalu.

Penangkapan warga di Jalan Jamin Ginting, Lingkungan IV Kelurahan Pujidadi, Lingkungan IV, Gang Bersama, Kecamatan Binjai Selatan dipimpin langsung AKP Ismawansa didampingi Kanit Pidum Ipda Tono Listianto STK.

“Barang bukti yang diamankan rantai dan gembok yang digunakan tersangka untuk mengikat kaki penghuni rehabilitasi, gagang sapu yang pecah 2 buah, dua buah borgol,” ujar Kapolres Binjai AKBP Mohamad Redra Salipu SH SIK M Si ketika di wawancara wartawan.

Dia mengatakan, tersangka Sempurna Tarigan kita kenakan pasal 351 dan 170 dengan ancaman hukuman kurungan 7 tahun penjara.

Penangkapan tersangka, menurutnya, berdasarkan hasil pelaporan penganiayaan pasien rehabilitasi yang di kelolanya.

“Tersangka dalang otak pelaku semua penganiyayan terhadap pasien rehabilitasi yang dianiaya oleh pekerja yayasan dengan cara memukuli pasien rehabilitasi dengan kayu, gagang sapu, mata di letak balsem, air panas yang mendidih diletakan dalam botol diselumuti ke perut korban,” terangnya.

Satreskrim Polresta Binjai juga bergerak cepat meringkus empat orang algojo yayasan yang juga pelaku penganiayaan.  Atas perbuatanya secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau penganiayaan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 Yo 351 KUHPidana, para pelakupun dipastikan menginap di hotel Prodeo.

Keempat pelaku yang diringkus personil Satreskrim Jansen Marim Debi Ginting, ( 31) warga Desa Sarang Hulu, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupatan Serdang Bedagai, Pardamean Hasiholan Lingga (22) warga Merek Aek Popo Kabupaten Tanah Karo, Saul Tarigan alias Pak Uda ( 35 ), warga Namo Simpur, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Dian Samuel Ginting alias Samuel ( 28 ) Aspera No. 23 Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota.

Para pelaku diringkus dari Panti Rehab Yayasan Kasih Anugerah yang terletak di Letjend Jamin Ginting, Gang Bersama, Kecamatan Binjai Selatan, dan barang bukti yang diamankan sebagai alat untuk melakukan penganiayaan tersebut berupa 2 (dua) batang Sapu Ijuk, 1 (satu) Batang gagang rotan ikut disita sebagai barang bukti.

“Para pelaku diringkus ketika personil mendapat informasi pada hari Rabu tanggal 28 Desember 2016 sekitar pukul 12.00 wib, di panti rehabilitasi Yayasan Kasih Anugrah Bangsa,” ungkap Kasubbag Humas Polres Binjai AKP L. Tarigan, SH.

Salah satu korban, Fansyah mengaku sebenarnya hatinya tidak terima diperlukan seperti itu. Tetapi kalau orang tuanya datang dia ceritakan kepada orang tuanya.

“Setelah orang tua saya pulang saya dipukuli. Hati saya menangis banyak disana yang tersiksa, yang gangguan jiwa disuruh kerja angkat pasir,  angkat tanah kalau gak mau dipukul kayak binatanglah pokoknya,” katanya.

Sedangkan Akmal (15) yang baru 2 minggu direhabilitasi yayasan Rehabilitasi Kasih Anugrah juga mengungkapkan perbuatan pihak pengelola yayasan, kalau dirinya dan teman-teman yang direhab diperlakukan sangat kejam.

“Tak ubahanya kayak binatang kami di perlakukan, ada yang di balsem matanya,  kakinya ditusuk pakai besi, dan kami harus mengikuti peribadatan orang itu, kalau gak mau ngikuti dipukuli pakai sapu rotan,” tuturnya.

Untuk diketahui, sebanyak 23 pasien kembali disyahadatkan setelah dipaksa pindah keyakinan di Yayasan Kasih Anugrah Bangsa tersebut. [mpw]
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Link Banner
Loading...


loading...

0 komentar:

Poskan Komentar