Kamis, 12 Januari 2017

Sri Mulyani Rangkul BI Hadapi Laporan FPI Soal Logo Palu Arit

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam menanggapi rencana pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab melaporkannya ke Kepolisian Republik Indonesia terkait logo mirip palu arit di uang kertas rupiah cetakan baru.

Sebagai bendahara negara, Sri Mulyani bersama Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo merupakan dua orang pejabat yang membubuhkan tanda tangan pada setiap mata uang yang dicetak dan diedarkan di Indonesia.

"Nanti kita dengan BI saja koordinasi," tutur Sri Mulyani saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan, Kamis (12/1).

Namun demikian, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini tidak memberikan komentar lebih jauh terkait koordinasi yang akan dilakukan nanti.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rizieq menyatakan akan melaporkan Gubernur BI, Menkeu dan Perusahaan Umum Percetakan Uang Repulik Indonesia (Peruri) terkait logo mirip palu arit di uang kertas cetakan baru.
"Kami sudah bentuk tim advokat dan tim pelapor, kami akan laporkan ke Mabes Polri Gubernur BI, Menteri Keuangan, juga Peruri sebagai pencetak dan desain. Mereka tanda tangan (uang) artinya tanggung jawab," kata Rizieq di Kompleks DPRm kemarin.

Menurut Rizieq, jika BI menyatakan logo yang dinilai mirip palu arit itu adalah salah satu bagian dari teknologi pengamanan, Rizieq mempertanyakan mengapa dicetak di logo BI sehingga membentuk pola mirip lambang Partai Komunis Indonesia (PKI). Padahal, sebelumnya pihaknya telah melaporkan keberadaan logo mirip palu arit di cetakan uang kertas Rp100 ribu lama.

Rizieq mengatakan, dalam beberapa tahun terahir, isu kebangkitan komunis patut diwaspadai. Ia mengklaim memiliki 30 indikasi yang sudah disampaikannya dalam sebuah simposium yang diadakan Gerakan Bela Negara.



Dugaan logo palu arit yang dilaporkan tokoh FPI Rizieq Shihab tercantum di mata uang rupiah cetakan baru. (CNN Indonesia/Gentur Putro Jati).

"Indikasi ini bukan muncul karena kami umat Islam paranoid, tapi muncul dari kesadaran kami dalam berbangsa dan bernegara," katanya.(cnn)
SUMBER BERITA DARI POSTMETRO.CO
Link Banner

Loading...


loading...

0 komentar:

Poskan Komentar