Sabtu, 21 Januari 2017

Ulama Deklarasi Tolak Kriminalisasi Habib Rizieq dan Pembubaran FPI

PRIBUMI.WIN, JAKARTA -  Para ulama dan tokoh agama melakukan silaturahim dan musyawarah bersama di Aula Buya Hamka, Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta Selatan.

Sejumlah tokoh dan ulama yang hadir dalam pertemuan itu yakni Ketua Dewan Pertimbangan Badan Amil Zakat Nasional (Baz-Nas)  Prof Didin Hafiduddin, Ketua MUI Pusat Bidang Seni dan Budaya, KH Ahmad Cholil Ridwan, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Ketua GNPF MUI, KH Bachtiar Nasir, KH Misbahul Anam, dan KH Zaitun Rasmin.

Pertemuan itu menghasilkan 7 poin kesepakatan. Tujuh poin kesepakatan tersebut diikrarkan secara bersama-sama dalam Deklarasi Persaudaraan Umat Islam.

Beberapa poin penting dalam deklarasi ini adalah menjaga ukhuwah islamiyah dengan mengedepankan kemashlahatan umat dan menolak segala bentuk kriminalisasi ulama. Selain itu, deklarasi tersebut juga menolak pembubaran FPI.

“Tujuan dari silaturrahim ini adalah semata-mata mencari ridha Allah SWT dalam rangka membangun bangsa dan negara dalam bingkai NKRI agar menjadi bangsa dan negara yang besar,” ucap Ketua GNPF-MUI, Bachtiar Nasir.

Berikut ini 7 poin Deklarasi Persaudaraan Umat Islam:

Deklarasi Persaudaraan Umat Islam

Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Agung, Pencipta dan Penguasa langit dan bumi dengan segala isinya, kami Umat Islam Indonesia menyatakan:

1. Kami adalah umat yang satu dalam satu kesatuan aqidah dan keyakinan sebagai hamba Allah Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Esa, Allahu Ahad, Lam Yalid walam yuulad walam yakun lahu kufuwan ahad.

2. Kami adalah satu kesatuan dalam persaudaraan ukhuwah Islamiyah yang bersaudara dalam ikatan aqidah dengan Tuhan yang satu Allah Tuhan Yang Maha Esa, kitab suci yang satu Al Quran dengan Rasul yang satu Muhammad Rasulullah pembawa dinul haq dari Allah Yang Maha Kuasa sebagai rahmat bagi seluruh alam.

3. Kami adalah satu kesatuan umat dalam persaudaraan ukhuwah Islamiyah yang mengedepankan kemaslahatan umat dan bangsa daripada kemaslahatan pribadi dan kelompok kami sendiri-sendiri dan memandang umat lain warga negara dan bangsa dengan pandangan saling menghormati hak-hak bertetangga secara baik (husnul jiwar) demi menjaga keutuhan NKRI. Menjaga kedaulatan NKRI adalah tanggung jawab bersama, tanggung jawab kenegaraan sekaligus tanggung jawab keagamaan.

4. Kami bertekad untuk menjaga kedaulatan NKRI yang berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan mewujudkan supremasi hukum Allah yang Maha Kuasa dalam seluruh hirarki peraturan perundangan dalam rangka mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan cara menegakkan sistem permusyawaratan/perwakilan rakyat yang dipimpin oleh hikmah.

5. Kami bertekad mewujudkan NKRI yang penuh berkah yang melindungi segenap bangsa Indonesia sebagai hamba Allah Yang Maha Kuasa dan seluruh tumpah darah Indonesia sebagai zamrud di khatulistiwa bumi Allah Tuhan Yang Maha Esa dengan, melundungi aqidah dan kepercayaan kepada Allah Yang Maha Esa, serta memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga menjadi bangsa yang beriman dan bertaqwa yang hidup tenteram dan damai dalam negara yang baldatun thayibatun wa rabbun ghafuur.

6. Kami sepenuhnya mendukung MUI sebagai lembaga fatwa bagi ummat Islam Indonesia dan kami menolak segala upaya delegitimasi fatwa MU.

7. Kami menolak segala bentuk kriminalisasi Habib Rizieq dan Ulama lainnya, serta kami juga menolak PEMBUBARAN FPI dan ORMAS ISLAM lainnya.
SUMBER BERITA DARI POJOKSATU.ID
Link Banner
Loading...


loading...

0 komentar:

Poskan Komentar