Selasa, 07 Februari 2017

Ahli Digital Forensik Pastikan Video Ahok Menistakan Agama Asli

PRIBUMI.WIN, JAKARTA - Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Bareskrim Polri AKBP M Nuh Al Azhar menyatakan, video rekaman pidato terdakwa Basuki T Purnama (Ahok) yang diduga telah menistakan surat Al Maidah ayat 51 itu tidak mengalami perubahan alias asli.

Ahli Digital Forensik M Nuh mengatakan, ada dua proses editing, yakni proses editing untuk memperjelas gambar dan proses editing untuk mengubah isi gambar. Secara umum, momen-momen di video pidato Ahok itu bersesuaian dengan histogram.

"Video resmi Pemprov DKI itu durasinya panjang, tentang perjalanan Gubernur ke Pulauan Seribu. Sejumlah momen kejadian berbeda dikompilasi. Kami tidak temukan penyisipan atau pembuangan frame. Momen benar apa adanya," ujarnya di Auditorium Kementan, Jaksel, Selasa (7/2/2017).

Dia pun membeberkan, ada empat rekaman video pidato Ahok yang dijadikan sebagai barang bukti dengan durasi waktu yang berbeda-beda. Nuh kemudian membandingkan rekaman video tersebut dengan sumber pertama, yakni video yang diunggah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kami sudah mentranskrip dan hasilnya sudah didouble cek untuk akurasi. Namun, dari video yang dijadikan bukti ini, sekalipun ada yang berbeda durasi, tidak ada perubahan yang sampai mengubah isi," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, sidang dugaan kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok itu sudah selesai digelar di Auditorium Kementan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (7/2/2017) sekitar pukul 16.00 WIB. Ratusan massa dari GNPF-MUI yang menuntut Ahok dipenjarakan karena telah menistakan agama sudah membubarkan diri dari Jalan RM Harsono.

Begitu juga dengan puluhan massa pendukung Ahok yang juga sudah membubarkan diri dari depan gedung Kementan. Saat ini, polisi sudah membuka kembali Jalan RM Harsono yang sejak pagi tadi ditutup. Arus lalu lintas di kedua arah Jalan RM Harsono pun terpantau padat.

Sedang sidang kesepuluh dugaan kasus penistaan agama akan kembali digelar pada Senin, 13 Februari 2017 mendatang dengan agenda masih mendengarkan saksi-saksi yang dihadirkan JPU. Sidang dimajukan karena kepolisian yang biasa mengamankan jalannya persidangan akan fokus mengamankan TPS-TPS jelang Pilgub DKI Jakarta 2017. (e)
SUMBER BERITA DARI POSMETRO.INFO
Loading...


loading...

0 komentar:

Poskan Komentar