Senin, 06 Februari 2017

Novel Sebut Aksi 112 Tak Ganggu Masa Tenang Pilkada

PRIBUMI.WIN, JAKARTA -  Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Novel Chaidir Hasan Bamukmin menjanjikan aksi unjuk rasa yang akan digelar Sabtu (11/2) tidak akan mengganggu masa tenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang jatuh pada 15 Februari 2017.

"Tanggal 11 itu kan bukan masa tenang. Massa juga tahu, (masa tenang) itu tiga hari sebelum Pilkada, tanggal 12, 13, 14 (Februari). Kami ambillah momen-momen terakhir," ujar Novel saat ditemui di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Senin (6/2).

Novel juga membeberkan alasan mengapa aksi yang kemudian populer menjadi Aksi 112 ini digelar Sabtu, bukan hari Jumat seperti dua aksi terdahulu, yakni, aksi 4 November 2016 (411) dan aksi 2 Desember 2016 (212).

Menurutnya, hari Sabtu dipilih agar tidak menganggu aktivitas perkantoran di Jakarta. Sebab, dua aksi terdahulu, kata dia, ada yang mengeluhkan hal tersebut.

"Jadi bisa lebih tenang, lebih santai juga," kata Novel.
Novel memastikan aksi kali ini akan terus berjalan meski nantinya terjadi usaha-usaha penggembosan seperti pada aksi #411 dan #212 lalu.

"Apalagi ini momennya jalan santai. Artinya, aksi ini seperti ajang silaturahmi yang betul-betul damai," imbuhnya.

Sebelumnya, Juru Bicara FPI Slamet Ma'arif mengatakan bahwa aksi 112 nanti akan diikuti oleh 99 organisasi kemasyarakatan berupa aksi jalan sehat yang dikemas dalam bentuk pawai.

Pada aksi tersebut, massa akan melakukan longmarch dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke Monumen Nasional (Monas).

Menurut Slamet, Aksi 112 itu juga mengusung pesan agar umat Islam tidak memilih pemimpin kepala daerah yang beragama non muslim. Sebab menurutnya, hal itu telah dijelaskan dalam Alquran.

"Kami mengingatkan umat Islam untuk memilih pemimpin muslim, haram memilih pemimpin kafir, melaksanakan ajaran Alquran, intinya penguatan Al-Maidah ayat 51," ujar Slamet.

Secara terpisah, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan telah mengeluarkan pernyataan resmi agar masyarakat tidak menggelar aksi saat masa tenang Pilkada DKI Jakarta. Dia berharap aksi yang telah direncanakan diubah menjadi kegiatan lain yang lebih bermanfaat.

"Sekali lagi saya imbau kepada yang akan melaksanakan aksi tanggal 11, lakukan kegiatan lain, karena tanggal 15 kita akan pilkada," kata Iriawan kemarin.(e)
SUMBER BERITA DARI POSMETRO.INFO
Loading...


loading...

0 komentar:

Poskan Komentar