Muallaf : Yesus Tidak Pernah Akui Diri Sebagai Tuhan

 ROMADHON.ID, TANJUNG ENIM - Bermula dari mimpi, seorang pria paruh baya yang beragama Kristen protestan mengikrarkan dirinya menjadi seorang muslim. Mimpi yang didapatkan berasal dari seorang ibunya yang telah tiada, dan juga beragama Kristen. Di dalam  mimpi tersebut, ibunya berkata pada dirinya agar tunaikkan sholat bersama orang-orang Islam lainnya. Akhirnya ia pun gelisah.

“Setelah mimpi itu berlalu, satu Minggu lamanya saya gelisah. Saya mencari kebenaran itu (baca: diperintahkan sholat),” kata Alibudi Tilanambua di masjid At-Thaibah, Pulogadung, Jakarta Timur.
Selama satu Minggu itu, lanjutnya ia bercerita, ia mulai mencari kebenaran di al-kitab atau Injil. Di sana ia mengakui telah menemukan kontradiksi tentang persoalan tuhan. Salah satunya, ia menyebut di dalam Perjanjian Lama, di Kitab Keluaran Paal 20. Di sana ia menemukan tentang bagaimana seorang Musa menerima kitab Taurah di Gunung Sinai. Yang isinya memerintahkan bahwa ‘jangan ada Illah lain yang kau sembah’.
“Di buku Perjanjian Lama, di dalam kitab Keluaran pasal 20 saya menemukan Musa memerintahkan agar jangan ada tuhan lain yang disembah,” alasannya.
Sehingga ia mengatakan, dalam ajaran Kristen saat ini, sama saja umat kristiani telah mengacaukan isi dari yang sesungguhnya. Misalnya saja yang  banyak terjebak hingga saat ini adalah tentang ke-tuhanan Yesus. Padahal, ia mengatakan, Yesus sendiri tidak melalukan hal itu pada saat menyampaikan risalahnya terkait isi dari Taurat. Justru Yesus meninggikan kalimat-kalimat di dalam Taurat yang dibawa Musa. Dan oleh sebab itu, Yesus pun tidak pernah sama sekali mengakui bahwa dirinya adalah Tuhan, termasuk di kitab-kitab Kristen.
“Yesus saja tidak mengacaukan isi dari Taurat. Ia justru datang untuk meninggikannya. Dan di dalam ajaran atau isi kitab Kristen Yesus pun tidak mengakui bahwa dirinya Tuhan,” kritisinya.
Selain itu, Yesus juga tidak pernah satu kalipun berkata di hadapan murid-muridnya agar menyembah dirinya. Yang ada justru sebaliknya, Yesus berpesan agar menaati rasul yang akan menggantikannya di kemudian hari, yaitu nabi Muhammad. Kisah ini, menurut Alibudi adalah salah satu kisah yang sungguh mengejutkan. Di mana sekalipun di hadapan ribuan murid-muridnya, Yesus tiada pernah menyebut bahwa ia adalah Tuhan.
“Di hadapan ribuan muridnya saja Yesus tidak mengaku bahwa dirinya tuhan. Justru pada saat ditanya salah satu muridnya, yakni Yohanes, Yesus berpesan agar taati rasul yang akan datang setelahnya. Rasul yang dimaksud itu adalah Nabi Muhammad,” ia meyakini.
Alibudi Tilanambua, yang kini berganti nama mualafnya dengan Muhammad Alibudi Tilanambua menjadi salah satu aktivis gereja. Ia menyebut, dirinya dan keluarga adalah penganut Kristen yang taat di tempatnya, di Nias dan termasuk di Jakarta (tempat tinggalnya saat ini). Pernah juga bergabung di GMKI dan menjadi koordinator pengiriman misionaris se-Jawa dan Bali pada tahun 1980-an hingga 1985.
Muhammad Alibudi Tilanambua yang mempunyai lima orang anak dan satu isteri ini pun berjanji akan memberikan pencerahan di keluarganya, termasuk ayahnya yang ia nilai sebagai orang sangat keras terhadap “tradisi” bergama. Namun demikian kerasnya orang tua, ia berjanji akan memberikan pencerahan dan cahaya Islam kepada ayahnya dan keluarganya dengan cara-cara yang diajarkan Islam. Cara yang ia yakini itu, sebagai mana pesan ustadz masjid, bahwa ia tidak akan pernah paksa dan memaksakan orang lain memeluk agama Islam.

Subscribe to receive free email updates: