Umroh Bukan Untuk Berwisata

 ROMADHON.ID, TANJUNG ENIM - Besarnya animo masyarakat untuk menunaikan umroh begitu luar biasa. Tahun demi tahun terus meningkat, bisa jadi selain akibat antrian untuk menunaikan haji yang semakin panjang dan lama juga dengan semakin meningkatnya taraf ekonomi masyarakat.

Namun ada hal di luar itu yang patut dicermati, yaitu hakikat ditunaikannya sebuah perjalanan umroh. Ibadah seharusnya akan membuat pelakunya menjadi semakin bertakwa, bukan sebaliknya atau tidak ada perubahan sama sekali.
Banyak yang berangkat umroh di kehidupan sehari-harinya tidak menutup auratnya dengan bail, alias tidak berjilbab. Dan ketika pulang berumroh tak jarang dijumpai mereka kembali melepas kerudung dan jilbabnya. Sebagian orang justru menganggap umroh hanyalah sebagai pelepas bosan, bagaikan sebuah perjalanan wisata semata. Sungguh sesuatu yang sangat menyedihkan.
Negeri Haram adalah negeri yang tandus, umumnya gunung bebatuan menyelimuti jazirahnya. Bila niat hanya semata wisata betapa negeri kita justru kaya kan tempat-tempat yang indah dan luar biasa. Sesungguhnya memang umroh bukan perjalanan wisata. Dibutuhkan hati yang suci ketika menghadap Baitullah. Niat yang hanya berisikan ibadah kepada Allah semata.
Maka tak jarang bila ketika dikarenakan sesuatu hal, karena adanya kendala yang tidak bisa dihindari, mereka lebih banyak komplain dan marah atas pelayanan yang dianggap tidak memuaskan. melupakan prinsip bahwa datang di Tanah Haram adalah niat suci hanya beribadah kepada-Nya semata.
Untuk itu wahai saudaraku, bersihkan hati dan niat kita saat akan menunaikan umroh hanya untuk satu tujuan, agar ridha Allah selalu menyertaimu.
Salam dari kami, Royal Islam Indonesia.
------------------------------
Pengalaman beribadah akan semakin sempurna karena hanya menjalankan prosesi ibadah yang sahih dan sesuai Sunnah Nabi.
Apa saja tuntunan ibadah haji dan umroh yang sahih? berikut beberapa petunjuk sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW, yaitu :
1. Miqat ditempatnya sesuai sunnah
2. Tarwiyah di Mina
3. Wuquf, meninggalkan Arafah setelah matahari terbenam
4. Mabit di Mudzdalifah dan bertolak darinya sebelum matahari terbit
5. Thawaful Ifadah pada waktunya
6. Mabit di Mina pada hari-hari tasyrik
7. Thawaful Wadaa’ pada waktunya
Insya Allah dengan mengikuti aturan dan urutan sesuai sunnah Nabi Muhammad akan membuat ibadah dapat meraih Haji dan Umroh yang mabrur dan diterima oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala...
Tentu dengan syarat yang tak kalah utama adalah kita ikhlaskan semua ibadah hanya untuk mengharap ridho dan ampunan Allah semata 

Subscribe to receive free email updates: